Perpustakaan “cerdas”

 

PerpustakaanSaat mendengar kata “Perpustakaan” apa coba yang terbayang di pikiran? Sunyi? Banyak buku? Petugas perpus yang siap bantu? Kalau perpustakaan yang satu ini agak beda. Saat masuk ada dua lapis pintu otomatis. Saat kita jalan yaa membuka sendiri pintunya. Dua kali. Hanya ada satu jalan masuk yang mengharuskan kita melewati sensor RFID. Gak ada acara nitip tas, nitip jaket dan titip-titipan yang lainnya.. Go Straight!

Saat masuk gak ada satupun petugas perpus yang kelihatan. Disana-sini banyak tempat duduk dengan desain yang unik dan multi warna. Ada gaya sofa,  gaya meja belajar, round table, kursi-kursi santai dengan round coffe table dari kaca. Lebih layak kayak kafe kalau di Bandung mah. Ada kursi dibagian yang rame dekat dengan coffee shop, ada juga bagian yang sangat tenang menghadap dinding kaca gede dengan view laut yang indah. Bukunya? Dikit sih. Gak kaya perpustakaan di kampus saya sebelumnya, yang rak-rak-nya berjejer penuh buku. Orang aja gak kelihatan karena terhalang rak buku. Di sini lain. Open space-nya jauh lebih banyak dibanding buku.

Buku lebih banyak tersedia dalam bentuk digital. Makanya banyak disediakan desktop untuk akses berbagai letaratur digital. Desktopnya juga monopoly satu merek doang. Ap*le! Keren sih.. Gede juga layarnya.. Nyaman lah kalau browsing-browsing. Bawa laptop sendiri juga boleh wifi-nya kenceng bener. Gak perlu takut kehabisan batere, steker listrik bertebaran dimana-mana kok.

Cara pinjem bukunya juga unik. Sekali kita jadi warga kampus (dibuktikan dengan ID). Kita bisa meminjam semua literatur yang dimiliki perpus ini. Kita hanya perlu bikin PIN perpus melalui website. Ambil buku yang mau dipinjem. Dateng ke mesin “pinjam buku” scan ID kita kemudian letakkan buku yang mau dipinjam. DONE! kita tercatat minjem buku sebulan. Kalau mau perpanjang peminjaman buku, tinggal masuk website perpus dan perpanjang deh. Kita bisa perpanjang sesuka kita. Tapi saat ada yang perlu pinjem buku itu, atau petugasnya minta. Wajib kudu dibalikin. Kalau gak kena denda 10 Real sehari. Wow.. lumayan buat beli kurma basah di Madinah, Udah bisa dapet sekilo tuh. hehe

Saatnya kembalikan buku pinjaman juga sangat simple. Datangi lagi aja mesin tempat kita minjam buku. Letakkan bukunya. Beres deh.. Insya allah kita gak akan ditagih-tagih lagi soal buku yang kita pinjem. Kecuali sistemnya error. Jangan sampe deh.. 🙂

Segitu dulu ah. Mau lanjut baca and menikmati suasana perpustakaan ‘keren’ ini..

Leave a comment