Saat istri saya diterima kuliah di Saudi, saya dan anak difasilitasi untuk menemaninya tinggal di sana. Housing juga sudah disipakan untuk tinggal sekeluarga. Sebelum pindah ke Saudi ada beberapa hal yang harus dilakukan. Salah satunya adalah pengurusan VISA Saudi untuk dependent. Visa ini merupakan syarat utama seseorang untuk bisa masuk ke wilayah kerajaan Saudi. Jadi yakinkan visa kita siap dan valid agar tidak ada kendala di Imigrasi saat kita tiba di Saudi.
Secara umum ada tiga jenis visa yang diterbitkan pemerintah Saudi. Visa haji/umroh, visa Ziarah (visitor) dan Visa Bisnis. Pembuatan visa dilakukan di kedutaan Saudi di Jakarta. Lokasinya di Jalan MT Haryono dekat dengan Carrefour Cawang. Silahkan klik http://www.embassy-saudi.com/indonesia-jakarta.html untuk mendapat informasi lebih banyak tentang kedutaan Saudi ini. Kebijakan yang ada sekarang, mengharuskan pembuatan visa melalui agen travel untuk visa umroh dan bisnis. Meski visa ziarah bisa diurus sendiri, lebih preferable dilakukan pengurusan melalui agen. Hal ini bisa jadi dimaksudkan untuk mengurangi antrian pembuatan visa. Katanya, setiap hari, kedutaan Saudi menerima 4000 permohonan visa. Padahal proses pengajuan visa sendiri hanya dibuka sekitar 1 jam saja di pagi hari. Tentu akan sangat merepotkan pengelolaannya jika ada 4000an orang mengantri setiap pagi depan kedutaan Saudi.
Karena sebelumnya pernah pengalaman nongkrong gak jelas depan kedutaan saudi gara-gara nungguin visa istri, kali ini saya lewat agen saja. Kebetulan kerjaan di kantor juga lagi banyak. Gak punya waktu lah.. (hehehe gaya). Lewat seorang teman yang baru sebulanan ngurus visa dependent, saya kontak seorang agen. Tadinya mau ngontak lagi agen yang bantu visa istri sebelumnya. Kayaknya lebih asik cari pengalaman baru deh. Belajar dari syarat-syarat untuk visa istri saya sudah siapkan beberapa dokumen: Translate buku nikah dan akte anak ke bahasa arab, meedical check up untuk saya dan statement of fitness buat anak dari klinik yang ditunjuk GAMCA. Ternyata pas kontak agen yang ini syaratnya berbeda.
Dia meminta saya menyiapkan KK dan Akte anak yang dilegalisir catatan sipil yang ngeluarinnya, buku nikah yang dilegalisir KUA yang buatnya, hasil medical check up saya, dua lembar photo saya dan anak dan tentu saja paspor yang sudah tiga nama. hehehe jadi terjemahan bahasa arab yang bayar cukup mahal dan legalisir ke KUMHAM dan DEPLU itu gak kepake sama sekali. (asem..)
KK dan Akte saya legalisir di catatan sipil kota bandung. Letaknya di jalan Ambon dekat GOR Saparua. Cepet. Paling cuma setengah jam. Sebagai bonus, malah KTP saya juga dilegalisir sama catatan sipil. Gak kepake sih. Tapi gak apa-apa lah, siapa tahu perlu. Nah, buku nikah yang agak repot. Karena yang ngeluarin KUA Tasikmalaya sementara saya tinggal di bandung, dipikir-pikir repot juga harus ke Tasik hanya untuk legalisir buku nikah. Akhirnya buku nikah saya scan aja, email ke adik di Tasik. Adik bawa ke KUA untuk legalisir. Sempet diminta buku nikah aslinya sih, alhamdulillah petugasnya bisa diyakinkan. Legalisir buku nikahpun beres. Buku nikah hasil legalisir kemudian dikirim ke Bandung pakai expedisi Yakin Esok Sampai.
Hari selasa sore semua dokumen saya serahkan ke agen. Dia bilang insya allah juma’at kelar. Saya tunggu-lah jum’at. Ternyata jum’at ndak keluar. Saya tunggu sampe senin juga masih belum keluar. Yo wis pasrah deh. Kalau sudah waktunya mah pasti keluar.. Alhamdulillah selasa siang ada kabar. Keluar dan beres. Alhamdulillah..
Jadi kurang lebih proses pengurusan visa dependent sekira satu pekan. Cuman memang jauh-jauh hari harus menyiapkan beberapa hal yang pokok yaitu:
- Paspor tiga nama
- Photo latar belakang merah,
- Medical check up standar GAMCA,
- KTP, KK, Buku Nikah, Akte Kelahiran.
Sisanya sesuai kebutuhan agen saja.

Ass, maaf boleh tau contact agen nya? Saya mau buat visa untuk ramadhan ini, thanks 🙂
Wa’alaikumsalam. Baiknya langsung hubungi enjaz aja. Ada dekat dengan kedutaan Saudi