Membuat SIM Saudi (bagian 2)

drivers-license-ksa-02Alkisah rencana bikin SIM Saudi saya     kongkret-kan. Setelah menyiapkan semua persyaratan yang diminta sama GASC, pada hari selasa di bulan Juni jam 9 pagi saya diminta membawa semua persayaratan dan berkumpul di Kampus. Setelah arahan singkat, kami berangkat menuju Rabigh. Sekira 50 menit perjalanan dari kampus. Waktu itu saya bersama-sama dengan 8 pemohonan SIM saudi dari kampus dan jadi satu-satunya orang Indonesia. Kami berangkat dua mobil Taksi langganan di kampus dan satu mobil GASC. Tujuan pertama adalah klinik kesehatan untuk Tes Golongan darah dan Mata. Bayar 65 Real untuk kedua tes tersebut. Setelah golongan darah dapat diidentifikasi dan mata dinyatakan sehat, kami diberi surat keterangan untuk kelengkapan pembuatan SIM. Sebelumnya GASC sudah menyiapkan sejenis form aplikasi SIM Saudi (dalam bahasa arab), kita tinggal tanda tangan saja dan tempelkan photo di formulir.

Sampai di kantor polisi, saya harus beli map biru untuk menampung semua berkas, Map bisa dibeli di fotokopian seberang jalan yang cuma satu-satunya di sana. Setelah menyerahkan semua berkas  yang diperlukan ke loket pendaftaran, petugas akan memverifikasi data kita. Waktu itu saya diminta menunjukkan paspor, iqoma dan SIM A. Setelah dirasa cukup kami diminta langsung tes nyetir. Saya bersama tiga orang teman nyetir mobil matik. Empat orang yang lain mobil manual.

Tes nyetir ini sih mestinya biasa saja yak. Apalagi kalau kita sudah biasa nyetir. Hal yang bikin canggung karena stirnya di sisi kiri. Aturan jalan jadi terbalik. Sisi kanan jalur cepat, sisi kiri untuk jalur lambat. Tes nyetir-nya berupa berhenti di tanjakan, jalan bentuk angka delapan dan parkir T. Saya kebagean berhenti di tanjakan sebentar kemudian jalan lagi. Alhamdulillah dapet alif di form-nya dan tadaaa.. Lulus deh! Teman yang dari Austrlia juga dapat A. Teman dari China gagal karena nyetirnya canggung alias belum lamcar. Teman dari Kanada gagal karena grogi dan mobilnya loncat-loncat kayak kodok.

Setelah semua di tes, kami kembali ke kantor sambil menyerahkan form yang sudah dikasih nilai sama polisi yang ngetes tadi. Dari 8 orang yang tes, 6 dapet Alif dan 2 dapet Baa. Yang dapet Baa tidak lulus dan harus mengambil kelas 5 hari kalau mau tes lagi. Polisi bilang yang dapet A lulus dan SIM akan jadi dalam 3 hari kedepan. Jadi silahkan pulang.. SIM akan diambil sama GASC ke kantor polisi nantinya pemohon tinggal ambil di kantor GASC di kampus.

Gampang? Ternyata enggak! Dari enam orang yang lulus praktek nyetir, hanya saya yang di cancel lulusnya. Saya harus ambil satu hari kelas rambu-rambu dan nyetir. Pas saya tanya GASC kenapa saya sendirian yang harus ngambil kelas? Katanya beberapa negara memang harus ambil kelas meski lulus… aih, apa pula ini! Jadilah saya ambil kelas hari itu juga. Jam 1 sampe jam 2.30 sore. Naah, masih belum dapet sim ternyata…. saya lanjut dibagean ke-tiga aja deh..

Leave a comment