Musim panas telah tiba. Temperatur udara mulai naik. Beberapa hari ini temperatur sudah mencapai 47 – 48 C. Dalam sebulan kedepan temperatur udara biasanya makin naik sampe 52-55 C. Musim panas tahun ini akan menjadi tantangan tersendiri. Bulan suci Ramadhan, dimana kami melaksanakan kewajiban Shaum, bertepatan dengan puncak musim panas. Selain panasnya udara, musim panas disini biasanya ditandai dengan berbuahnya pohon kurma. Saya ingat ada surat yang menarik dalam alquran yang menyebut pohon kurma;
Maka Maryam mengandungnya, lalu ia mengasingkan diri bersamanya ke suatu tempat yang jauh. Maka rasa sakit melahirkan memaksanya pergi ke sebatang pohon kurma. Ia berkata: “Alangkah baiknya jika aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang dilupakan sama sekali!” Maka ia, malaikat, menyerunya dari arah bawah dia: “Janganlah engkau bersedih hati, sungguh Tuhan engkau telah membuat anak sungai di bawah engkau, dan goyangkan ke arah engkau pelepah batang kurma itu, ia akan menjatuhkan berturut-turut atas engkau buah kurma yang matang lagi segar. Maka makanlah dan minumlah, dan sejukkanlah mata engkau. Dan jika engkau melihat seorang manusia maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah maka aku sekali-kali tidak akan bercakap-cakap pada hari ini dengan seorang manusia pun. (Maryam[19]:23-27).
Konon kabarnya kurma hanya berbuah di musim panas. Masyarakat disini meyakini kalau kelahiran nabi Isa AS mestilah terjadi di musim panas.
