Publikasi Karya Ilmiah Ter-afiliasi ITB

Dari total 3900 Publikasi karya ilmiah ter-afiliasi  ITB,  publikasi sejak tahun 1971  sampai dengan 2014 tercatat sejumlah  3889 dokumen. Dari grafik terlihat, publikasi yang masuk data base SCOPUS didominasi oleh publikasi pada 20 tahun terakhir (96%).  Jumlah publikasi karya ilmiah teafiliasi ITB setiap tahun dapat dilihat pada grafik berikut.

SCOPUS ITB

Sampai tahun 2005 ITB mencatatkan kurang dari seratus dokumen setiap tahunnya. Dalam masa kepimpinan Prof Djoko Santoso, publikasi ilmiah ITB berhasil mencapai ambang 100 dokumen per tahun. Pertambahan yang signifikan terjadi pada tahun 2009 (61.7%). Prof Djoko Santoso nampaknya berhasil meninggalkan warisan publikasi paper per tahun yang meningkat dua kali lipat di masa kepemimpinannya. Tentu saja ada banyak faktor yang berperan dalam peningkatan jumlah publikasi ini. Semangat dan ikhtiar para dosen/peneliti untuk mempublikasikan karya ilmiahnya menjadi faktor penting yang mendorong peningkatan ini.

Dalam masa kepemimpinan Prof Akhmaloka jumlah publikasi semakin meningkat lagi. Berdasarkan data base, Prof Akhmaloka sendiri turut berkontibusi dalam peningkatan jumlah tersebut. Ada setidaknya 14 karya ilmiah terafiliasi kepada Prof Akhmaloka pada rentang 2010 – 2014 (dalam masa bakti rektor ITB).

SCOPUS ITB Growth

Mungkin ada kaitan antara pertambahan jumlah publikasi karya ilmiah tersebut dengan  Kebijakan Ditjen Dikti yang dikeluarkan melalui surat edaran bernomor 152/E/T/2012 tanggal 27 Januari 2012, yang ditujukan kepada Rektor/Ketua/Direktur PTN dan PTS seluruh Indonesia terkait pemberlakuan kelulusan S1, S2 dan S3 setelah Agustus 2012 dengan ketentuan publikasi karya ilmiah.  Tapi seberapa efektif kebijakan tersebut berjalan di universitas? Nampaknya perlu penelitian lebih detail dan lanjut.

Mengacu pada jumlah tenaga akademik yang tertera pada website ITB (http://www.itb.ac.id/about-itb/facts), kita dapat melihat rasio jumlah publikasi terhadap jumlah tenaga akademik. Dalam sepuluh tahun terakhir terlihat jelas terjadi peningkatan rasio publikasi terhadap tenaga akademik. Pada 2004, satu publikasi karya ilmiah berbanding dengan 10 orang tenaga akademik. Sedangkan pada 2013 satu publikasi karya ilmiah berbanding dengan 2 tenaga pendidik saja. Artinya terjadi peningkatan produktifitas rata-rata 9% per tahun. Mudah-mudahan dengan berbagai kebijakan yang digulirkan di ITB, rasio ini bisa meningkat menjadi 1 atau bahkan lebih.

ITB scopus

Pada kenyataannya tentu ada tenaga akademik yang rajin mempublikasikan karya ilmiah. Ada tiga tenaga akademik dengan lebih dari 90 karya ilmiah terafiliasi pada mereka masing-masing. Dan lebih dari 40 tenaga akademik dengan lebih dari 20 karya ilmiah terafiliasi pada nama mereka masing-masing. Publikasi karya ilmiah ter-afiliasi ITB banyak didominasi bidang Teknik (24%), disusul Ilmu Komputer (14.6%) dan Fisika dan Astronomi (12.5%).

ITB Pie Chart

Leave a comment